View photo
  • 1 week ago
  • 396
View photo
  • 1 week ago
  • 201
View photo
  • 1 week ago
  • 67
View photo
  • 1 week ago
  • 52
View photo
  • 1 week ago
  • 101

Aaaaaargh
Komunitas The Sims emang keren2 kalo udah bikin movie
Bikin termotivasi. Yosh!
Bikin movie juga deh :]

View text
  • 1 week ago
View photo
  • 1 week ago
View photo
  • 1 week ago
  • 308
View photo
  • 1 week ago
  • 416
View photo
  • 2 weeks ago
  • 209
View photo
  • 2 weeks ago
  • 380
View photo
  • 2 weeks ago
  • 221
View photo
  • 2 weeks ago

Jurnal Jo.
Novel pertama yang mengajarkan aku tentang sastra dan review books.
Dulu ga pernah pikir-pikir dulu sebelum menulis. Apa yang ada dipikiran, pasti di tuangkan di ms word.
Dulu hobi review buku. Terutama novel sih. Blog pertamaku ada di site Multiply. Biar sama kayak Jurnal Jo. Di sana aku semangat banget untuk nulis. Bukan tulisan yang berat. Tapi tulisan yang bisa ngebuat aku senang.
Dulu aku hobi membuat cerpen.
Cerpen terinspirasi dari majalah Gadis. Karena dulu aku suka baca bagian cerpennya dibandingkan cerita2 yang lain. Sempat mau mempublish cerpenku ke majalah cewek itu. Tapi kemalasan membuatku diam saja.
Dulu menulis adalah hobi. Aku pernah ingin kuliah sastra. Mungkin karena aku suka. Atau karena Jurnal Jo emang berpengaruh berat di hidupku. Ahaha, ga deng. Rada alay ya?
Mungkin semenjak aku beranjak jadi anak remaja yang mengenal cinta, aku jadi berubah. Waktuku lebih banyak kuhabiskan dengan texting seharian. Kadang aku merasa menyia-nyiakan masa sma karena fokusku ke sana. Bukan ke hal yang aku lakukan dulu-dulu ketika aku on fire pada dunia yang tidak berkaitan dengan lelaki.
Aku baru sadar ketika aku masuk dunia perkuliahan. Betapa aku menginginkan kesendirian dan kefokusan terhadap diriku sendiri. Mencari-cari tau apa yang membuatku begitu menyukai dunia sastra waktu aku masih kecil dulu.
Ketimbang aku menangisi masa lalu karena sebuah masalah yang sesungguhnya membuatku trauma untuk dekat dengan lelaki. Iya. Tapi aku masih suka dengan lelaki. Walaupun sekarang aku tidak ingin terikat dalam hubungan. Aku merasa ada hal yang harus berubah dari diri aku. Bukan karena aku ingin dilihat orang-orang. Belakangan ini aku merasa kalah dari orang-orang yang rajin. Kalah dari orang-orang yang mampu berbicara di depan publik. Kalah dari mereka yang berwawasan luas. Yang aku pikirkan bukanlah hal yang ada di depan. Aku selalu stuck di garis start ketika yang lain sudah lari menuju garis finish. Aku tidak ingin menjadi orang yang ga berguna nantinya. Kemudian aku mulai melangkah, satu dua langkah untuk menuju garis finish. Mungkin tidak secepat yang lain, mungkin memang pelan, tapi kuharap aku berhasil berada di garis finish nantinya. Cepat atau lambat.

View text
  • 2 weeks ago
x